AI dan privasi penting karena data yang Anda masukkan ke AI bisa diproses dan disimpan di tempat yang tidak Anda kendalikan.
Risiko data
Data yang dimasukkan ke AI publik bisa dipakai untuk pelatihan atau diproses di luar negeri. Hati-hati dengan data pribadi dan rahasia perusahaan.
UU PDP
Mengirim data pribadi pelanggan ke AI/cloud asing (API LLM dari AS atau China) termasuk transfer data ke luar negeri menurut UU PDP — hanya boleh bila negara/pihak tujuan punya tingkat perlindungan setara atau ada pengaman yang memadai, atau dengan dasar yang sah lainnya. Cara menjaga data tetap di Indonesia: self-host model terbuka, memakai cloud dalam negeri, atau pemrosesan lokal.
Cara melindungi
Jangan masukkan data sensitif, baca kebijakan privasi tool, dan pertimbangkan opsi lokal/residensi data. Di mana data saya disimpan? Penyedia asal AS bisa tunduk pada US CLOUD Act, sehingga otoritas AS berpotensi mengakses data meski tersimpan di tempat lain. Cara menambah kontrol: cloud dalam negeri (mis. Indosat/Lintasarta/Telkom), self-host di akun sendiri, pemrosesan lokal di perangkat, atau memakai model lokal/terbuka.
Kalau Anda ingin lebih dari sekadar mencoba AI dan mulai menyatukannya ke dalam pekerjaan, ada platform yang menggabungkan chat, otomatisasi, dan aplikasi di satu tempat — misalnya osFoundry, platform AI agentik tempat Anda menghubungkan model sendiri (BYO model).
Baca juga
Artikel ini bersifat informasi umum, bukan nasihat hukum atau pajak.